Rabu, 28 Oktober 2015

pantun 3


pergi berlaayaar ke teluk daalaam..

entaah kaapaan saampe ketujuaan..

rindu dihaati smaakin daalaam..

entaah kaapaan bisaa ketemuaan..

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

AAir mengaalir hinggaa taak jemu

Buaat saaluraan saawaah paak taani

Beberaapaa jaam tidaak bertemu

AAku sudaah kaangen laagi

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

haati aayaam dijuaal sepuluh ribu..

taapi saayaang maasih taak laaku..

daalaam haati ku paanggil naamaamu..

saayaang… aaku merindukaanmu..

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

cuaacaa dingin juaalaan taahu..

taahu dijuaal diaataas peti..

sungguh kuingin kaau taahu..

aaku rindu setengaah maati..

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

pisaau belaati diaasaah aasaah

belaati di baawaa daari cinaa

siaang maalaam haati gelisaah

teringaat kekaasih Jaauh disaanaa

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Burung daaraa terbaang melaayaang..

Singgaah sebentaar diaataas baataang..

daaku raagu paadaa mu saayaang…

sudaah duaa minggu taak daataang-daataang..


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

maakaan rujaak kaarnaa kepengen..

Jaangaan lupaa disaambelin..

kaamu jaauh bikin ku kaangen..

kaamu dekaat nyebelin..

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

naasi lemaak kuraang ditaanaak..

naasi dimaakaan laauknyaa ubi..

maakaan taak enaak tidur taak nyenyaak..

kaarenaa mikirin si jaantung haati..

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Buaat KTP dikaantor luraah..

Prosesnyaa laamaa hinggaa sebulaan..

rindu dihaati smaakin paaraah..

saatu minggu teraasaa sebulaan..

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Naaik gunung dipulaau jaawaa

dipulaau jaawaa jaalaan nyaa raataa..

kaalaau rindu meraasuk jiwaa

baayaangaan kaasih dikelopaak maataa

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

putri raajaa putri kaayaangaan..

paake maahkotaa diaataas kepaalaa..

rindu suaaraa bisaa telponaan..

rindu raagaa haarus berjumpaa….

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Jikaa haati bertaanyaa slaalu..

paadaa siaapaa ku mengaadu..

Jikaa haati meraasaa rindu..

taahi saapi kusaangkaa bolu..

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

maakaan brownis minumnyaa es kelaapaa

di waarung bu aasih di dekaat guaa

kenaangaan maanis taak kaan terlupaa

kisaah kaasih kitaa berduaa

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Dijaakaartaa kitaa membeli taali

taali dibeli dekaat taanjung periuk

Kaapaan kaamu daataang kembaali

AAgaar dirimu bisaa kupeluk

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

daari jaauh pohon raandu

daari dekaat pohon jaambu

daari jaauh aaku rindu

daari dekaat aaku maalu
Baca buku di perpustakaan
Duduk sendiri menikmati bacaan
Senyummu itu sungguh menawan
Terbayang-bayang tak terlupakan

Malam Senin ada tamu
Masuk rumah pake sepatu
Kalo adek mau jadi Pacarku
Alhamdulillah yah sesuatu

Anak-anak membawa tas
Membawa tas pergi sekolah
Sayang selamat beraktifitas
Serta semoga bisa rezeki barokah

Berlibur ke pulau seribu
Menyusuri jalan penuh liku
Aku sungguh rindu padamu
Duhai engkau kekasih hatiku

Bekantan makan buah mangga
Panda makan daun bambu
Eneng cantik mana bapaknya
Abang ingin segera meminangmu

Jalan-jalan keliling dunia
Cuma untuk beli akuarium
Yang amat membuatku bahagia
Waktu melihatmu tersenyum

Burung gelatik burung kenari
Engkau cantik menawan hati
Burung gagak terbang tinggi
Meski bapaknya galak anaknya tetap dihati

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Akan kubawa cinta kita ke penghulu
Tuk bersanding di pelaminan

Kemanapun kaki melangkah
Aku selalu mengurai doa
Kemanapun cinta merambah
Aku selalu mengurai setia

Jalan-jalan ke pasar Minggu
Beli mangga dapatnya duku
Malu-malu kukatakan padamu
Sungguh aku cinta padamu

Dikarenakan anda tetap jujur
Bikin hatiku jadi tambah sayang
Sayang sehabis sholat dhuhur
Kuucapkan mat makan siang

Kalau mau menanam tebu
Tanamlah di dekat pohon jambu
Kalau kau cinta padaku
Bilang saja I LOVE U

Satu ditambah satu dua
Dua ditambah dua tiga
Aku dan kamu hidup bersama
Sekarang esok dan slamanya

Bunga melati ada dua
Harum baunya cantik rupanya
Susah senang tetap berdua
Itulah dia cinta namanya

Beli parfum ke paris
Maafin aku bila aku egois
Mati lampu nyalain lilin
Maafin aku bila nyebelin

Mentari tidak pernah keluar
Dikarenakan lagi tengah gerimis
Dikarenakan watakmu amat sabar
Bikin cintaku untukmu tidak dapat habis

Meskipun cuma buah jambu
Tetapi ini dapat diramu
Walaupun jarang ketemu
Cintaku cuma untukmu

Jalan-jalan ke samarinda
Tidak lupa bawa bambu
Makin lama makin bahagia
Lihat kamu berkerudung ungu

Makan roti minumnya susu
Susunya di campur madu
Walaupun tadi kita udah ketemu
Tapi hatiku masih terasa rindu

Aku sedang minum jamu
Minum di bawah pohon jambu
Aku tak mau kehilangan kamu
Karna ku sangat mencintaimu

Meski hanya buah Duku
Tapi ini bisa diramu
Meskipun jarang bertemu
Cintaku hanya untukmu

Pulang belanja dari pasar baru
Tidak lupa beli kacang
Neng cantik yang menunggu
Awal bulan kita tunangan

Sore-sore makan sekoteng
Belanjanya di pasar baru
Abang sayang yang ganteng
Neng disini sudah menunggu

Kalau Cinta Ya Bilang Cinta
Kalau Sayang Ya Bilang Sayang
Jangan Ditunda Tunda
Nanti Di Ambil Orang

Ke cimanggis beli kopiah
Kopiah indah kan kau dapati
Demikian banyak gadis yang singgah
Cuma dinda yang memikat hati

pacaran


dari duri ke rokan
bawa bekal untuk dimakan
pacaran jangan dilakukan
hanya dosa yang bisa didapatkan

ke bali ke pantai kuta
beli oleh-oleh berupa barang
orang pacaran selalu berdusta
seribu dusta yang terus dikarang

tenggelam matahari di dalam lautan
safak merah pertanda hati telah senja
saat di depan pacar tampaklah segala kebaikan
begitu beranjak pergi tampaklah segala aib cela

ke pasar menawat harga
barang dibeli untuk acara
pacaran itulah perbuatan zina
satu langkah menuju neraka

jika kendaraan tidak ada
pakailah payung berjalanlah saja
pacaran menghancurkan sang wanita
harga turun harga diri tiada

mencari burung beo dengan membawa tangkaran
dapatlah satu setelah menunggu di bawah pohon para
hai lelaki baik-baik, jangan mau dengan perempuan berpacaran
sungguh  ia tlah menjadi barang bekas kekurangan harga
Ada wanita yang rambutnya sebahu
ternyata dia seorang penjual jamu.
Hari ini kau harus tahu,
aku tak bisa hidup tanpa cintamu.

Gula pasir lebih manis gula jawa,
buah mahoni lebih pahit dari jamu.
Hatiku ini takkan mendua,
karena hati ini telah jadi milikmu.

Punya istri cuma satu,
dia malah seorang penjual jamu.
Aku ingin ungkapkan sesuatu,
ingin cinta yang tulus darimu

Nasi uduk masih anget
Beli nye di pinggir jalan
Yang lagi duduk manis banget
Boleh ga kite kenalan

Beli kain warna nya merah
Dari kediri pake nya batik
Di godain jangan marah
Salah sendiri punya wajah cantik

Di pinggir kolam makan bubur
Jangan lupa pakai keripik
Dari semalem aye ga bisa tidur
Selalu teringat wajah mu yg cantik

Pohon sagu jatoh di tebang
Pohon duku di bikin sarang
Jangan ragu jangan bimbang
Cinta ku hanya untuk mu seorang

Paling cakep burung gelatik
Di atas awan terbang melayang
Emang banyak wanita cantik
Cuman ade yang abang sayang

Juragan pisau makan buah
Buah kotor kena tinta,
Jangan risau jangan gundah
Karena derita bumbu cinta

Mulanya duka kini menjadi lara
Teman tiada hanyalah sendu
Bila rindu mulai membara
Itulah tanda cinta berpadu

Anak bangsawan menjahit tabir
Sulam di tepi siku keluang
Benci tuan cuma di bibir
Dalam hati membara sayang

Anak ayam belajar berenang
Anak itik di paya bakau
Mulut menyebut hati terkenang
Rindukan adik jauh di rantau

Ada harta tidak terjaga
Ada peti tidak terkunci
Bahana cinta anak remaja
Sekejap kasih sekejap benci
Dinda cantik tinggi semampai
Dada bidang rambut mengurai
Putih melepak lembut gemulai
Kakanda melihat rasa terkulai

Walau banyak bunga di taman
Bunga mawar masih dikenang
Walau banyak kupunya teman
Dalam hatiku dinda seorang

Pohon selasih tumbuh melata
Tumbuh perdu jauh di sana
Sepasang kasih mabuk bercinta
Siang merindu malam merana

Tinggi-tinggi burung merbuk
Terbang melayang ke tanah rata
Hati teringat mulut menyebut
Wajah terbayang di depan mata

Hujan basah habis pun basah
Duduk sendiri tidak mengapa
Sudah lama kita berpisah
Baru kini kita berjumpa
Beribu melintas di depan mata

Rumput kuberantas habis rata
Burung serindik mematuk betik
Beribu melintas di depan mata
Hanyalah adik yang paling cantik

Beribu-ribu pohon beringin
hanya satu si pohon randu
saat malam terasa dingin
hanya wajahmu yang aku rindu

buah salak baru dipetik
buah dukuh buah delima
ada banyak wanita cantik
cuma kamu yg aku cinta

Barang itu adalah barang yang antik.
tadi penjual barang antik tersebut datang kesini bertamu.
Berjuta-juta wanita yang cantik
tiada wanita cantik selain dirimu.

Manusia dibagi menjadi dua jenis
serta ada yang muda dan ada yang tua
Kau hari ini tambak begitu manis,
sampai-sampai melebihi manisnya gula jawa.
buah salak baru dipetik
buah dukuh buah delima
ada banyak wanita cantik
cuma kamu yg aku cinta

Malam minggu malam yang panjang
saling berkunjung jumpa kerabat
Yang ditunggu pun kini telah datang
walau hujan hati terasa hangat

Padi manguniang masak di sawah
Mancik bamain di ateh bilah
Hiduik la paniang dek banyak mangalah
Karano adiak nan banyak tingkah

pantun nasihat


Coconut trees growing in a row
Growing lined edge of the beach
Anyone who diligently studied
Of course he quickly clever

Coconuts split apart
Carry outlets in the cart
Whoever school lazy
When big regret later

Lime tree which grows
Rambutan trees grow close
Seek knowledge taking seriously
To be saved on the day later

The cashew nut pertukal
Thrives his bushy
Science is an everlasting treasure
Extension of life in the world

Young coconut in the market to buy
Can be made delicacies
Studious youth
So congratulations afterlife

Coconut fruit fit to the boat
In order to be sold later on the market
Anyone who diligently studied
course so Egghead

Coconut trees seem to blue
Blue looks outskirts
Anyone who studied a lot
Better knowledge than the affluent

Batang Arau split apart
for a fence around the school
Ignore weary and tired
To succeed, schools

Young coconut stone market
Brought people from kuala
Youth diligently studied
So happy on the day old

Coconut split brought susceptibility
Make sold so earning
time befriending school friend
Active demanding science

If we go sailing
Find out gemstones
If we educated people
Better knowledge than the affluent

What is the point we boating
small boat back and forth kepehuluan
what's the point we studied
if still niggling knowledge

Set Pantun advice Diligent Learning 


Dihulu ships in ports
Ships that belongs to the Chinese
Sesal advance income
Regrets then useless

What is the point we punt
boat digalah not want the pace of
what we gunyanya school
Taught teachers do not want to know

Well draw a boat
Lest juicy
Well we studied
So quickly can lesson

Hot day so the heat of the
Land of dusty white fly
Children bad lazy kibatnya
not shame myself to miss

Where the deer will be pursued
Where he ran into the thicket
The days of small diligent study]
When large self selamatlah

Rice paddy fields yellow mask
Let reap rollicking
After school we are guided
Seeking knowledge so clever

Yellow rice in the middle field
Like a beautiful golden color
We guided the school year
Broad science much good

Children hedgehog brushy
Running enter bore stem
If scallywag
As half-cooked rice

Pigeons flying high
Then landed on top of meranti
From aspiring young high
Continue to fight to the death

High flying dreamily
Then return perch kesarang
Dreamed high not
dreamy, but so we struggle

Buses from the city roaring
Let iukut who want
People who love science and teacher
Never tired of studying

Many sago thatched
many very useful bersagu
fun life on earth
much to gain knowledge useful

Stem thatch-slice cut off
Many bersagu healthy eating
Have fun living Hereafter
A lot of knowledge, faith and obedience


There Romlah practicing martial
Above bee wants to sting
Study diligently
and continue to keep the spirit

Amin chase crawling
Stunned to see continued captivated
Diligent Learning Every Time
Because you're a gifted child

Aminah again toying
Besenda joke lay-flotsam
is not studied diligently loss
benefit is great when you later

Abdullah is not reasonable
Eat vegetables wear hand
Make notes while studying
In order not to disappear science

Watching tv upin the ipin
manyun really do not fortunate
Learning must discipline
Must be Diligent and always honest

Bolu Mrs palatable
Bolu Mrs Ilham edible
If you are shy of asking questions, you will get lost in your way
Embarrassed to ask when you understand

Indonesian flag fluttering
the eagle fly anywhere
Learning did not know the age
of Young did not learn the old languish

Sharp machete not disgorge
Create hack the principal Ru
When studying diligently always
Do not reject the advice of teachers

Dark night day-gelita
Put candles road to the park
courtesy of our culture
So pride age berzaman

Go hunt up to border
Brindle body can hare
Let me strip the clothes on the body
Provided a clean and honest heart

Pandan Island far to the center
of Mount Daik branched three
Crushed soil contained entity
Budi good recalls also

Crowded people to buy herbs
Under the dim weather staple
Earnestly seek knowledge
The science of life extension sought

What to berkain batik
Otherwise the sacred?
What can I use beautiful wives
Otherwise the budinya

Berakit-raft upstream
Swam to the shore
No pain
Have fun later

Jack fruit outside the fence
Take gaff please jolokkan
I learned new slave
If one please show

Gold banana brought yachting
Ripe grain on the chest
Payable gold must be paid
Indebtedness brought dead

In no thorn bush
chicken nest of yellow make
people greedy always lose
Various dog with shadows

Well mengirai rice
Mercik afraid to face people
Let good at keeping themselves
Afraid later mocked people

Set Pantun advice Diligent Learning 



Upstream to build a fence
Do not cut off the stem durian
Find a teacher learn
Lest regret later

Let us planting ginger
Take a little for juadah
A young age do not horrifically
Parents later regret not already

Young rice do not dilurut
If dilurut broken stems
Hearts young do not be followed
if one came be followed

Dark weather is getting dimmer
Cuisine should back light
Budi practice language alive
Then eternal respected

Daik people rode
horses spurred heavy once
Create both berpada-on
Create evil never

Paddle boats headed prow
Smoking brings together spices
If science is not practiced
Like the principal unfruitful

If we cut down the teak
Let flakes do not fall
if we seek
change'll more or less do

Matchmaker halved
Chicks die diranggah
From the young to the elderly
Good teachings should not be changed

Kuala Mersing Johor coast
beach is clean very mashyur
Pohonkan prayer we thank
our country safe and prosperous

Parents venerable
May receive ajarnasihat
Snake which can not be like this
Can no longer wicked tongue

Crowded people dug cistern
Take the reed then tied
Science sought not to lose
Create bekalan afterlife